PajakOnline.com—Belanja sosial pemerintah pada tahun ini tidak lagi ditujukan untuk subsidi berupa perlindungan sosial seperti bansos, melainkan subsidi komoditas yakni untuk BBM, LPG dan listrik.
“Bantuan sosial dalam bentuk non targeted ini subsidi BBM, LPG dan listrik sudah disalurkan Rp21,7 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Maret 2022.
Langkah ini diambil pemerintah karena tahun 2022 terjadi lonjakan harga komoditas. Akibatnya beban anggaran pemerintah untuk membayar subsidi membengkak. Maka, untuk mengurangi beban tersebut, bantuan sosial diarahkan untuk membantu subsidi energi.
“Kalau tahun 2020 dan 2021 ini target bansos by name by address, dan buat UMKM. Kalau tahun ini untuk subsidi barang yaitu BBM, LPG dan listrik yang sudah menghabiskan Rp 21,7 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani.
Meski begitu, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sosial melalui Kementerian Sosial. Sampai bulan Maret, tercatat sudah 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Lalu 18,8 juta KPM untuk program Kartu Sembako. “Untuk bansos ini sudah kita lakukan pembayarannya,” kata Menkeu Sri Mulyani.
Sedangkan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) telah disalurkan kepada 6,99 juta siswa di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Agama.
“Untuk penerima PIP ini telah diberikan kepada 6,99 juta siswa dalam Program Indonesia Pintar,” katanya.