Jakarta, PajakOnline — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 masih berada dalam jalur yang direncanakan pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut kondisi tersebut tercermin dari pendapatan negara yang tumbuh kuat, keseimbangan primer yang tetap positif, serta defisit yang masih terkendali.
“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita (Kinerja dan Fakta) Edisi September 2026.
Pendapatan Negara Rp2.055,6 Triliun
Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun, atau sekitar 65 persen dari target.
Realisasi tersebut tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan negara ditopang oleh peningkatan penerimaan perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dari sisi perpajakan, penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen secara tahunan. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun, tumbuh 7,8 persen.
Adapun PNBP mencapai Rp435,1 triliun, meningkat 41,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja Negara Rp2.295 Triliun
Pada saat yang sama, realisasi belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun hingga akhir Agustus 2026.
Belanja negara tumbuh 17,1 persen secara tahunan. Sementara realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp912,4 triliun, meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah menekankan bahwa percepatan belanja harus tetap dilakukan dengan memperhatikan efisiensi, ketepatan sasaran, dan manfaat bagi masyarakat.
Defisit APBN Rp240,1 Triliun
Dengan pendapatan negara sebesar Rp2.055,6 triliun dan belanja sekitar Rp2.295 triliun, APBN hingga akhir Agustus mencatatkan defisit Rp240,1 triliun.
Defisit tersebut setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kemenkeu menyatakan posisi tersebut masih terkendali, sementara keseimbangan primer tetap berada di wilayah positif.
