PajakOnline.com— Pemerintah terus memberikan dukungan fiskal kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional sebagai langkah penanganan dan antisipasi dampak wabah corona atau Covid-19.
Selain itu, konsumsi rumah tangga juga dijaga. Khusus rumah tangga dialokasikan sekitar Rp65 triliun untuk 103 juta individu dalam bentuk kartu sembako, kartu prakerja, diskon tarif listrik dan program lainnya.
Baca Juga: Pemerintah Beri Insentif Pajak untuk 90.604 UMKM
Sedangkan dukungan bagi UMKM dialokasikan sebesar Rp34,15 triliun untuk sekitar 60,66 juta rekening guna relaksasi pembayaran angsuran dan subsidi bunga kredit melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ultra Mikro (UMi), Mekaar, perbankan, Pegadaian dan lain sebagainya.
“Saat ini kita sedang melakukan finalisasi untuk pelaksanaan program pemulihan ekonomi yaitu bagaimana pemerintah bisa mendukung pelaku usaha yang terdampak Covid-19 namun tetap dilakukan dengan syarat tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, adil, tidak menimbulkan moral hazard dan adanya pembagian biaya dan risiko antar stakeholder,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual tentang Perkembangan Implementasi Kebijakan dalam Mengatasi Pandemi Covid-19 di Jakarta pada Jumat (8/5/2020).
Menkeu mengungkapkan bahwa untuk bantuan sosial (bansos) saat ini sudah hampir 55% dari penduduk Indonesia tercover. Ini belum termasuk bansos yang dikeluarkan oleh daerah.
Program Keluarga Harapan (PKH) mengcover sekitar 10 juta hampir 16% dari penduduk yang jika ditambah dengan Kartu Sembako mengcover 20 juta. Hampir sekitar 36% dari penduduk Indonesia tercover dengan bansos Sembako. Sementara untuk subsidi listrik mencakup sekitar 24 juta pelanggan 450 VA dan 7,2 juta untuk 900 VA.
“Untuk 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam bansos tunai DKI itu diberikan seharusnya di luar yang sudah mendapatkan Kartu Sembako. Jadi, dalam hal ini dengan adanya tambahan 9 juta yang non Jabodetabek plus yang Jabodetabek itu kita sudah mencakup lebih dari mendekati 55-59% dari penduduk Indonesia mendapatkan bansos entah dalam bentuk sembako ataukah Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun yang ada di dalam kartu sembako di Jabodetabek,” ungkap Menkeu.
Menkeu menambahkan bahwa di luar angka tersebut masih terdapat 9 juta kelompok penerima yang anggarannya berasal dari desa, sehingga estimasi untuk bantuan sosial sudah bisa mencakup lebih dari hampir 60% dari penduduk Indonesia.
Tambahan Kartu Prakerja untuk sekitar 5,6 juta KPM juga sudah mencakup masyarakat kelompok menengah untuk menggambarkan seluruh perluasan bansos.
Sebelumnya dalam pemberitaan media ini, Managing Partners PajakOnline Consulting Group Abdul Koni mengapresiasi kebijakan perpajakan pemerintah dalam membantu UMKM, termasuk memberikan stimulus dalam bentuk fasilitas insentif.
“Sektor UMKM pantas mendapatkan prioritas bantuan karena merupakan pondasi perekonomian Indonesia. Langkah pemerintah sudah tepat, dengan memperluas pemberian insentif pajak dari PMK No 23/2020 kemudian menjadi PMK No 44/2020 yang di dalamnya mengatur pemberian insentif pajak bagi UMKM. Kami yakin pemerintah berpihak pada rakyat dan responsif dalam penanganan dampak pandemi ini,” kata Koni.
Baca Juga: Pengajuan Insentif Pajak PMK No 44/2020 Dapat Dilakukan Secara Online
Sementara itu, pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan, 97% lapangan pekerjaan diserap dari UMKM. 60% Ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM. “Saya melihat pengusaha kita tangguh, tapi saat ini sangat butuh bantuan dari berbagai pihak, terutama pemerintah,” kata Sandi yang belum lama ini mendapat amanah sebagai Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19.
Ketua Umum Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Diantri Lapian mengatakan, pemerintah dapat menjadikan UMKM sebagai tulang punggung yang dapat menyangga perekonomian nasional, di saat ini, akibat guncangan dan dampak buruk pandemi corona.
UMKM, tambah Diantri, menjadi harapan untuk menggerakkan ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja yang dihantam gelombang PHK oleh perusahaan dan industri besar sehingga UMKM dapat menjadi harapan untuk menopang ekonomi nasional.
































