PajakOnline.com—Capaian Perpajakan bersumber dari penerimaan Pajak dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai, di mana realisasi penerimaan Pajak telah mencapai Rp925,3 triliun atau 77,19% terhadap APBN Perpres 72/2020. Penerimaan bulan November 2020 kembali melanjutkan tren perbaikan penerimaan pajak dibandingkan pada kuartal III.
Pemulihan terbatas terlihat pada mayoritas jenis pajak utama dan sektor usaha utama serta efektifnya upaya yang dilakukan. Secara nominal, realisasi penerimaan pajak ditopang oleh Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas dan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN/PPnBM).
Lebih detail, kinerja PPh OP dan PPh Badan membaik pada bulan November. Kinerja PPN DN membaik seiring dengan selesainya periode pengetatan PSBB pada pertengahan Oktober, sedangkan PPN Impor yang menunjukkan perbaikan memberi sinyal membaiknya pasokan impor dan aktivitas produksi.
Penerimaan masih akan terus berakselerasi sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan peningkatan pemanfaatan insentif pajak serta restitusi. Sementara itu pemulihan sektoral masih berlanjut meskipun terbatas, terlihat dari membaiknya kinerja beberapa sektor utama, seperti sektor Perdagangan, sektor Pertambangan, sektor Jasa Keuangan dan sektor Jasa Usaha.
Selanjutnya penerimaan perpajakan yang bersumber dari Kepabeanan dan Cukai realisasinya telah mencapai Rp183,5 triliun atau 89,21% terhadap pagu APBN Perpres 72/2020, dengan pertumbuhan sebesar 4,12% (yoy) didorong penerimaan bea keluar dan cukai.
Penerimaan kepabeanan dan cukai diproyeksikan akan mencatat surplus ditopang pertumbuhan bea keluar akibat kinerja komoditas tembaga, bauksit, sawit dan biji kakao yang meningkat permintaannya dan kebijakan cukai Pemerintah yang efektif.
Realisasi PNBP sampai dengan akhir November 2020 mencapai Rp304,91 triliun atau 103,66% terhadap APBN Perpres 72/2020. Realisasi PNBP tersebut berasal dari PNBP SDA sebesar Rp88,77 triliun, PNBP dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) sebesar Rp66,05 triliun, PNBP Lainnya sebesar Rp92,92 triliun, dan pendapatan BLU sebesar Rp57,17 triliun. PNBP juga berpotensi melebihi target seiring meningkatnya harga komoditas dan aktivitas pelayanan publik.
Bersambung: Indikator Kinerja Sektor Perekonomian Bergerak Menuju Positif


































