TRENDING
Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun, Serap 302.262 Pekerja hingga September 2026PPh Rumah Kontrakan 10%, Berbeda dengan Rumah Kos: Ini Aturan dan Cara Menghitung PajaknyaPenerimaan Pajak Daerah DKI Jakarta Capai Rp34,58 Triliun hingga September 2026Kanwil DJP Banten Perluas Layanan Pajak di MPP Suvarna Sutera, Wajib Pajak Bisa Konsultasi CoretaxPenerimaan Pajak Kanwil DJP Jabar III Capai Rp22,11 Triliun, PPN Domestik dan PPh Badan Jadi PenopangPenerimaan Pajak Kanwil DJP Kalselteng Capai Rp16,63 Triliun hingga September 2026Kanwil DJP Jabar I Buka Pojok Pajak di Jabar Kabisa 2026, Permudah Masyarakat Mengakses Layanan PerpajakanKejagung Kembalikan Rp229,4 Miliar kepada 3.317 Korban Indosurya, Kerugian Rp8,06 Triliun Belum PulihHarga Minyak Dunia Naik, Biaya Energi dan Logistik Membengkak, Dunia Usaha Terancam TertekanIHSG Melonjak 5,65%, Saham Bank Besar Menguat di Tengah Kekhawatiran InvestorKurs Pajak 21–27 Oktober 2026: Dolar AS Rp17.946Koreksi SPT PPN di Coretax Bisa Memengaruhi Kelebihan BayarPemerintah Percepat Restitusi Pajak, Jaga Arus Kas IndustriBPK Soroti Kelemahan Sistem Informasi DJPSkema Replace Coretax Mengubah Cara Pembetulan SPTDJP Perluas Program Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100%Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun, Serap 302.262 Pekerja hingga September 2026PPh Rumah Kontrakan 10%, Berbeda dengan Rumah Kos: Ini Aturan dan Cara Menghitung PajaknyaPenerimaan Pajak Daerah DKI Jakarta Capai Rp34,58 Triliun hingga September 2026Kanwil DJP Banten Perluas Layanan Pajak di MPP Suvarna Sutera, Wajib Pajak Bisa Konsultasi CoretaxPenerimaan Pajak Kanwil DJP Jabar III Capai Rp22,11 Triliun, PPN Domestik dan PPh Badan Jadi PenopangPenerimaan Pajak Kanwil DJP Kalselteng Capai Rp16,63 Triliun hingga September 2026Kanwil DJP Jabar I Buka Pojok Pajak di Jabar Kabisa 2026, Permudah Masyarakat Mengakses Layanan PerpajakanKejagung Kembalikan Rp229,4 Miliar kepada 3.317 Korban Indosurya, Kerugian Rp8,06 Triliun Belum PulihHarga Minyak Dunia Naik, Biaya Energi dan Logistik Membengkak, Dunia Usaha Terancam TertekanIHSG Melonjak 5,65%, Saham Bank Besar Menguat di Tengah Kekhawatiran InvestorKurs Pajak 21–27 Oktober 2026: Dolar AS Rp17.946Koreksi SPT PPN di Coretax Bisa Memengaruhi Kelebihan BayarPemerintah Percepat Restitusi Pajak, Jaga Arus Kas IndustriBPK Soroti Kelemahan Sistem Informasi DJPSkema Replace Coretax Mengubah Cara Pembetulan SPTDJP Perluas Program Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100%
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Indikator Kinerja Sektor Perekonomian Bergerak Menuju Positif

· · pajakonline.com

PajakOnline.com—Aktivitas ekonomi bergerak bervariasi cenderung membaik di bulan November di mana Neraca Perdagangan untuk bulan November 2020 mengalami surplus USD2,61 miliar sehingga akumulasi surplus Januari hingga November 2020 mencapai USD19,66 miliar, didorong tingginya surplus nonmigas terutama ekspor hasil kelapa sawit dan logam dasar mulia, serta rendahnya defisit migas terutama impor BBM dampak penurunan konsumsi BBM selama pandemi.

Kenaikan ekspor didorong tingginya surplus neraca nonmigas didukung pertumbuhan ekspor nonmigas seperti ekspor besi dan baja dasar ke Tiongkok dan bijih tembaga, serta peningkatan ekspor CPO ke India.

Kinerja impor bulan November 2020 mengalami titik balik di bulan November, tumbuh positif 18,38% (mtm), didorong peningkatan impor pada kelompok Bahan Baku dan Penolong, Barang Konsumsi, dan Barang Modal; antara lain peralatan komunikasi, besi baja dasar, dan bahan baku plastik.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan November menunjukkan perbaikan, ditopang oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Selanjutnya, konsumsi listrik secara total pada November tumbuh -2,2% (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan Oktober -2,3% (yoy).

Begitu pula inflasi kembali positif 0,28% (mtm) di November membaik dibandingkan 0,07% (mtm) di Oktober, sejalan dengan permintaan konsumsi yang meningkat. Tingkat imbal hasil (yield) SBN, baik SBN Rupiah maupun SBN Valas terus mengalami penurunan yang signifikan sejalan dengan sentimen positif di pasar keuangan di tengah kepemilikan asing yang masih rendah di kisaran 25%.

Sementara itu, Credit Default Swap Indonesia pun sudah di bawah 100 dengan tren menurun dan hampir kembali ke posisi awal tahun menandakan profil default risk (country risk) yang rendah.

Bersambung: Belanja Negara Jadi Lokomotif Utama Pertumbuhan Kuartal IV 2020