PajakOnline.com—Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencatat tren penyerapan positif sejak Semester I 2020, dan pada akhir kuartal IV ini menunjukkan akselerasi pencairan pada semua kluster. Hingga 14 Desember 2020, PEN telah terealisasi sebesar Rp483,62 triliun (69,6% dari pagu sebesar Rp695,2 triliun).
Realisasi tersebut didorong oleh pencairan Pinjaman Daerah, PMN BUMN, serta Pinjaman BUMN, sementara realisasi perlindungan sosial dan dukungan UMKM segera mencapai lebih dari 90%. Pemerintah terus memastikan agar program PEN tetap relevan dan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat sesuai kondisi ekonomi terkini.
Keberlanjutan fiskal di tahun 2020 diharapkan akan tetap terjaga. Realisasi defisit APBN hingga November 2020 mencapai Rp883,70 triliun atau sekitar 5,60% PDB. Realisasi pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp1.104,81 triliun utamanya bersumber dari pembiayaan utang yang mencapai Rp1.065,11 triliun, terdiri dari Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp1.044,26 triliun dan Pinjaman (neto) sebesar Rp20,85 triliun.
Sampai dengan pertengahan Desember 2020, realisasi pembiayaan anggaran mencapai 98,7% dimana penerbitan SBN melalui lelang telah terpenuhi 100%, sisanya akan dipenuhi dari pencairan pinjaman program.
Sementara itu, total pembelian SBN oleh BI (sesuai SKB I) mencapai Rp75,86 triliun dengan perincian SBSN sebesar Rp33,78 triliun dan SUN sebesar Rp42,07 triliun. Sedangkan realisasi penerbitan SBN untuk pembiayaan Public Goods sesuai SKB II (Burden Sharing) telah terpenuhi semuanya yaitu Rp397,56 triliun.
Pemerintah juga telah merealisasikan pengeluaran pembiayaan investasi sebesar Rp29,62 triliun atau tumbuh 32,3% (yoy) yang diberikan kepada BUMN, BLU dan lembaga/badan lainnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah terus mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dan akuntabilitas serta menjaga risiko tetap terkendali.
Dengan demikian, kinerja APBN hingga bulan November masih on track, belanja negara menjadi motor utama pertumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung momentum perbaikan ekonomi.
Optimisme pemulihan ekonomi meningkat seiring perkembangan vaksin yang memberikan harapan di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang masih memerlukan penanganan serius. Pemerintah berupaya menyediakan dan memastikan efektivitas vaksin Covid-19 dalam mengendalikan kasus, dengan terus mengajak masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan.
Selesai.

































